BERHARAP VITAMIN YANG DIDAPAT MELAMIN
Tulisan dibawah ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama, tokoh, tempat dan alur cerita yang sama, itu adalah kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan.
BERHARAP VITAMIN YANG DIDAPAT MELAMIN
Bbc.co.uk (2008)
Melamin adalah bahan kimia yang biasa digunakan sebagai campuran dalam pembuatan plastik. Enam produk makanan yang mengandung susu asal Negara X tersebut adalah susu bubuk full cream, dua jenis wafer, dua jenis produk kembang gula, dan biskuit. Adapun sebanyak tiga belas produk lain yang ditengarai terkontaminasi melamin sejauh ini belum ditemukan di pasaran. "Karena ini barang-barang impor dari negara X dan mengandung bahan susu, maka kita melakukan pemeriksaan. Barang-barang ini diimpor dalam bentuk barang jadi dari Negara X," kata HR, Kepala Badan POM kepada BBC. Menurutnya, produk Oreo yang mengandung melamin itu merupakan produk yang dimpor dari Negara X. Tetapi sebagian besar produk Oreo yang diproduksi di dalam negeri. "Dan ini tidak menggunakan susu dari Cina tetapi dari tempat lain." tambah HR.
BPOM tidak mengetahui sudah berapa lama produk yang mengandung melamin ini sudah berada di pasar Indonesia. "Kita hanya mendapatkan pemberitahuan dari Organisasi Kesehatan Dunia, WHO tanggal 16 September bahwa produk makanan yang mengandung susu dari Negara X mengandung melamin." tambah HR. Menurut BPOM, karena tidak ada standar pemeriksaan terhadap melamin, maka pemerintah Indonesia sudah meminta keterangan langsung dari Negara X mengenai kapan produk-produk itu ditambahi melamin. Namun diakui oleh HR, mereka belum mendapatkan keterangan resmi apapun langsung dari negeri tersebut. "Kita dapat kabar juga yang masih simpang siur bahwa bahan melamin ini dicampurkan ke produk susu sejak sebelum Olimpiade. Tetapi kita sudah mengirim surat resmi ke negeri X," kata HR.
Analisis:
Etika dan integritas merupakan suatu keinginan murni dalam membantu orang lain. Kejujuran yang ekstrim, kemampuan untuk menganalisis batas kompetensi seseroang, kemampuan untuk mengakui kesalah dan belajar dari kegagalan. Dalam kasus diatas, perusahaan melakukan kecurangan pada penggunaan bahan dalam pembuatan produk sehingga perusahaan tersebut melanggar etika bisnis.
Moral dan etika dalam dunia bisnis
a. Moral dalam dunia bisnis
Kadang kala untuk mendapat kesempatan dan keuntungan dalam hal berbisnis,memaksa seseorang untuk menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Maka dari itu, moral dan bisnis perlu terus ada agar terdapat bisnis yang benar menjamin tingkat kepuasan di pihak konsumen maupun produsen. Moral harus tumbuh dari diri seseorang dengan pengetahuan ajara agama yang dianut, budaya dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kasus diatas, perusahaan sudah melanggaran etika dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya yaitu menggunakan bahan baku yang tidak diperbolehkan karena bisa merusak kesehatan.
b. Etika dalam dunia bisnis
Dalam mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun negara lain. Untuk menghasilkan suatu etika di dalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dengan pihak lainnya diperlukan pembicaraan yang bersifat global yang mengarah pada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam kegiatan bisnis.
Dalam menciptakan etika bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Pengendalian diri
Pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri untuk tidak memperoleh apapun dengan melakukan kecurangan dan menekan pihak lain untuk mendapatkan keuntungan sendiri. Dalam kasus diatas, perusahaan melakukan kecurangan dengan menggunakan bahan baku impor dari negara X yang ternyata mengandung melamin.
2. Pengembangan tanggung jawab sosial
Pelaku bisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat dengan tidak memanfaatkan kesempatan untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Pada kasus diatas, perusahaan menggunakan produk impor yang dirasa lebih murah tanpa melihat kualitas dari bahan baku yang digunakan.
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
4. Menciptakan persaingan yang sehat
Persaingan dalam dunia bisnis diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan itu jangan mematikan yang lemah. Dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. Setiap perusahaan memang berusaha menekan biaya produksi untuk memaksimalkan keuntungan, tetapi tidak baik jika dilakukan dengan cara memilih bahan baku yang salah sehingga dapat membahayakan orang banyak.
5. Menerapkan konsep ”Pembangunan Berkelanjutan”
Dalam dunia bisnis harusnya tidak memikirkan keuntungan pada saat sekarang saja tapi memikirkan bagaimana keadaan di masa yang akan datang. Perusahaan diharapkan tidak mengeksploitasi lingkungan walaupun sekarang ada kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. Dalam kasus diatas, perusahaan memang tidak melanggar konsep pembangunan berkelanjutan. Akan tetapi jika hal ini terus berlanjut akan membahayakan bagi generasi penerus.
6. Menghindari sifat 5K
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sifat ini maka tidak akan terjadi kecurangan dalam dunia bisnis yang dapat mencemarkan nama bangsa dan negara. Pada kasus diatas, produk yang mengandung melamin tersebut melibatkan dua negara dan bisa berdampak negatif jika tidak diselesaikan dengan baik dan cepat.
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar.
Seharusnya perusahaan berani menyatakan kalau memang produk tersebut tercemar atau berbahaya dan menarik semua produk yang sudah beredar serta meminta maaf kepada semua masyarakat.
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah.
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Dalam kasus diatas, harusnya perusahaan konsekuen dan konsisten dalam hal penggunaan bahan baku untuk memproduksi makanan tersebut, tetapi kenyataan perusahaan tidak menggunakan bahan baku seperti yang digemborkan malah menggunakan bahan baku yang berbahaya.
10. Menumbungkembangankan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
Jika hal ini dilaksanakan maka bisnis yang berjalan akan lancar. Tetapi hal ini tidak terjadi pada kasus diatas sehingga perusahaan sudah merusak kepercayaan dari masyarakat dan sulit untuk mengembalikan kepercayaan tersebut.
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.
Hal ini dilakukan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis seperti proteksi terhadap pengusaha atau pihak yang lemah. Pada kasus diatas, masyarakat bisa menuntut perusahaan atas tindakan yang sudah melanggar etika bisnis karena masyarakat sebagai konsumen merasa dirugikan dengan jeleknya bahan baku yang digunakan.
Moral dan etika dalam dunia bisnis
a. Moral dalam dunia bisnis
Kadang kala untuk mendapat kesempatan dan keuntungan dalam hal berbisnis,memaksa seseorang untuk menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Maka dari itu, moral dan bisnis perlu terus ada agar terdapat bisnis yang benar menjamin tingkat kepuasan di pihak konsumen maupun produsen. Moral harus tumbuh dari diri seseorang dengan pengetahuan ajara agama yang dianut, budaya dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pada kasus diatas, perusahaan sudah melanggaran etika dengan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya yaitu menggunakan bahan baku yang tidak diperbolehkan karena bisa merusak kesehatan.
b. Etika dalam dunia bisnis
Dalam mewujudkan etika dalam berbisnis perlu pembicaraan yang transparan antara semua pihak, baik pengusaha, pemerintah, masyarakat maupun negara lain. Untuk menghasilkan suatu etika di dalam berbisnis yang menjamin adanya kepedulian antara satu pihak dengan pihak lainnya diperlukan pembicaraan yang bersifat global yang mengarah pada suatu aturan yang tidak merugikan siapapun dalam kegiatan bisnis.
Dalam menciptakan etika bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Pengendalian diri
Pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri untuk tidak memperoleh apapun dengan melakukan kecurangan dan menekan pihak lain untuk mendapatkan keuntungan sendiri. Dalam kasus diatas, perusahaan melakukan kecurangan dengan menggunakan bahan baku impor dari negara X yang ternyata mengandung melamin.
2. Pengembangan tanggung jawab sosial
Pelaku bisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat dengan tidak memanfaatkan kesempatan untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Pada kasus diatas, perusahaan menggunakan produk impor yang dirasa lebih murah tanpa melihat kualitas dari bahan baku yang digunakan.
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
Bukan berarti etika bisnis anti perkembangan informasi dan teknologi, tetapi informasi dan teknologi itu harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepedulian bagi golongan yang lemah dan tidak kehilangan budaya yang dimiliki akibat adanya tranformasi informasi dan teknologi.
4. Menciptakan persaingan yang sehat
Persaingan dalam dunia bisnis diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, tetapi persaingan itu jangan mematikan yang lemah. Dalam menciptakan persaingan perlu ada kekuatan yang seimbang dalam dunia bisnis tersebut. Setiap perusahaan memang berusaha menekan biaya produksi untuk memaksimalkan keuntungan, tetapi tidak baik jika dilakukan dengan cara memilih bahan baku yang salah sehingga dapat membahayakan orang banyak.
5. Menerapkan konsep ”Pembangunan Berkelanjutan”
Dalam dunia bisnis harusnya tidak memikirkan keuntungan pada saat sekarang saja tapi memikirkan bagaimana keadaan di masa yang akan datang. Perusahaan diharapkan tidak mengeksploitasi lingkungan walaupun sekarang ada kesempatan untuk memperoleh keuntungan besar. Dalam kasus diatas, perusahaan memang tidak melanggar konsep pembangunan berkelanjutan. Akan tetapi jika hal ini terus berlanjut akan membahayakan bagi generasi penerus.
6. Menghindari sifat 5K
Jika pelaku bisnis sudah mampu menghindari sifat ini maka tidak akan terjadi kecurangan dalam dunia bisnis yang dapat mencemarkan nama bangsa dan negara. Pada kasus diatas, produk yang mengandung melamin tersebut melibatkan dua negara dan bisa berdampak negatif jika tidak diselesaikan dengan baik dan cepat.
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar.
Seharusnya perusahaan berani menyatakan kalau memang produk tersebut tercemar atau berbahaya dan menarik semua produk yang sudah beredar serta meminta maaf kepada semua masyarakat.
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha kebawah.
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama.
Semua konsep etika bisnis yang telah ditentukan tidak akan dapat terlaksana apabila setiap orang tidak mau konsekuen dan konsisten dengan etika tersebut. Dalam kasus diatas, harusnya perusahaan konsekuen dan konsisten dalam hal penggunaan bahan baku untuk memproduksi makanan tersebut, tetapi kenyataan perusahaan tidak menggunakan bahan baku seperti yang digemborkan malah menggunakan bahan baku yang berbahaya.
10. Menumbungkembangankan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati.
Jika hal ini dilaksanakan maka bisnis yang berjalan akan lancar. Tetapi hal ini tidak terjadi pada kasus diatas sehingga perusahaan sudah merusak kepercayaan dari masyarakat dan sulit untuk mengembalikan kepercayaan tersebut.
11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hukum positif yang berupa peraturan perundang-undangan.
Hal ini dilakukan untuk menjamin kepastian hukum dari etika bisnis seperti proteksi terhadap pengusaha atau pihak yang lemah. Pada kasus diatas, masyarakat bisa menuntut perusahaan atas tindakan yang sudah melanggar etika bisnis karena masyarakat sebagai konsumen merasa dirugikan dengan jeleknya bahan baku yang digunakan.
Daftar Pustaka
1. Susanti, Beny. 2008. Modul Kuliah Etika Profesi Akuntansi. Universitas Gunadarma.
2.http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/09/080927_melaminindo.shtml (diakses 11 Januari 2017)
Play The Real Money Slot Machines - Trick-Taking Game - Trick-Taking
BalasHapusHow to Play. Play herzamanindir.com/ The Real 토토 Money Slot Machine. If you are searching for a fun, exciting game 바카라 사이트 to play online, gri-go.com we worrione have you covered.